Senin, 27 Desember 2010

bekerja untuk ibadah,..

Ada yang menarik dalam kupasan majalah Tempo edisi 31 Januari 2009. Edisi tersebut menampilkan kumpulan foto pilihan Tempo 2009.

Di antara kumpulan foto tersebut ada sebuah esai foto berjudul "Jasad yang Dilupakan" karya Rony Zakaria, yang mengingatkan arti hubungan antara pekerjaan dan ibadah.

Adalah Sugih bin Jaiman, tokoh sentral dalam esai foto. Ia adalah seorang penggali kubur berusia 57 tahun yang berasal dari Karawang, Jawa Barat.

Pekerjaannya sebagai penggali kubur di Taman Pemakaman Umum Kampung Kandang, Jakarta Selatan. Ia bukan penggali kubur biasa karena yang ia kuburkan adalah mayat tanpa identitas yang tidak diakui oleh keluarganya, korban kecelakaan lalu lintas atau korban kejahatan yang dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau Rumah Sakit Polri.

Pekerjaannya membutuhkan ketahanan ekstra tinggi, karena seringkali kondisi mayat yang dikuburkan sudah tidak sempurna, berbau dan basah. Tidak semua orang mampu melakoni pekerjaanya, apalagi dari segi materi pekerjaan ini tidak dibayar tinggi.

Ketika ditanya apa yang membuat ia bertahan untuk bekerja sebagai penggali kubur sejak 1993, beliau menjawab singkat, "untuk ibadah."

Dua kata yang beliau katakan dapat membuat kita berpikir dan menanyakan apakah selama ini kita sudah meniatkan pekerjaan sebagai ladang ibadah ataukah lebih meniatkan pekerjaan sebagai ladang untuk mencari materi.

Sungguh beruntung bagi mereka yang menyadari sejak awal bahwa pekerjaan yang ia geluti adalah jalan untuk mendekat kepada Allah.

Inilah konsep yang dapat dimaknai dari penggalan doa Iftitah yang kita baca di setiap shalat kita, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah.”

Masalah yang sering kita hadapi adalah seringnya kita terlupa tentang hubungan pekerjaan dengan ibadah.

Kadang jenis pekerjaan membuat kita mengenyampingkan arti ibadah yang dapat ditemukan dalam setiap pekerjaan kita. Akan sangat mudah bagi kita untuk berkata, "kalau begitu beruntung dong yang pekerjaannya berkaitan langsung dengan agama, seperti dai."

Apabila kita cenderung berpikiran demikian maka kita akan terjebak pada pemikiran bahwa yang bekerja pada bidang yang tidak berkaitan dengan agama seperti pedagang barang kelontongan atau pegawai swasta, sebagai orang yang tidak beruntung.

Apapun pekerjaan kita, sepanjang itu halal, berpotensi sebagai jalan ibadah. Sugih bin Jaiman sudah membuktikan hal tersebut.

Pekerjaan sebagai penggali kubur tidak membatasi pikiran beliau untuk mengartikannya sebagai jalan ibadah. Niat mencari rezeki berdasarkan ridha Allah –insya Allah– menjadi jaminan bahwa pekerjaan yang kita geluti akan dinilai ibadah oleh Allah SWT.



oleh : ikar yuniar

http://www.eramuslim.com/oase-iman/ika-yuniar-bekerja-untuk-beribadah.htm

sahabat yg di ramhati ALLAH, ... jadikanlah semua aktifitasmu sebagai ladang ibadah bagimu, .. ^_^

Senin, 20 Desember 2010

inilah sebagian dokumen indonesia yang dibocorkan wikileaks

Wikileaks memiliki sebanyak 3.059 dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait Indonesia. Dokumen itu merupakan semacam laporan diplomatik yang dikirim dari Kedubes AS di Jakarta dan Konjen AS di Surabaya. Situs Wikileaks berjanji akan mempublikasi dokumen itu secara bertahap.

Dan ternyata Wikileaks mulai menepati janjinya. Tiga buah dokumen mengenai Indonesia sudah dirilis. Dokumen itu dibuat dalam bentuk

Congressional Research Service (CSR), lembaga think tank Kongres AS. Dokumen CRS ini biasanya menjadi dasar bagi Senat dan DPR AS dalam mengambil kebijakan. Berikut isi dokumen tersebut:

Masalah Timor Timur

CRS Report RS20332

East Timor Crisis: US Policy and Options

5 November 1999

*Pemerintahan Bill Clinton menekan RI agar menerima kehadiran pasukan perdamaian internasional di Timor Timur usai jajak pendapat 1999.

*Menghentikan kerja sama militer AS dan Indonesia dan mengancam sanksi lebih keras bila tak mau bekerja sama, mengendalikan milisi, dan memulangkan 200 ribu pengungsi Timor Timur.

*Mendukung keputusan IMF dan Bank Dunia menghentikan bantuan mereka untuk Indonesia.

* Bantuan yang dihapus untuk tahun 2000 antara lain bantuan ekonomi 75 juta dolar AS, Economic Support Funds 5 juta dolar AS dan IMET 400 ribu dolar

Tentang Pemilu 2004

CRS Report RS21874 Analyst in Southeast and South

26 Januari 1999

*Sejak 1992, Kongres AS memutus program Pelatihan dan Pendidikan Militer In ternasional (IMET) untuk Indonesia setelah tragedi Santa Cruz.

* Namun, di bawah program JCET Dephan yang di setujui oleh Deplu, pasukan Baret Hijau AS melatih 60 anggota pasukan khusus TNI di Indonesia yang sebagian besar Kopassus. JCET berdalih pelatihan murni militer meskipun kurikulum latihan perang kota berjudul ‘crowd control’.

*April 1998, anggota Kongres AS menyurati Menteri Pertahanan Cohen Evans yang menyebut program JCET mengakali larangan Kongres. JCET dihentikan 8 Mei 1998.

Sumber: WikiLeaks, Congressional Research Service

WikiLeaks: China Terkesan dengan SBY

WikiLeaks: China Terkesan dengan SBY

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--WikiLeaks kembali mengeluarkan bocoran nota diplomatik Kedube AS yang menyangkut Indonesia. Kali ini nota berasal dari Kedubes AS di Cina, yang menyatakan Cina cukup senang dengan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Nota yang dikeluarkan WikiLeaks pada 12 Desember lalu berkode Beijing 00001448 ini berkode 'Clasified'. Berisi percakapan pejabat Kedubes AS dengan dua pejabat Cina bernama Cui Tiankai dan Hu Zhenyue.

Cui saat itu menjabat sebagai wakil menlu Cina, sementara Hu menjabat sebagai asisten Menlu Bidang Asia.

Dalam dokumen itu dijabarkan bahwa Amerika Serikat menerima kondisi kalau Cina bisa memengaruhi kondisi umum pembangunan di Indonesia. Hu mengatakan Beijing harus sensitif terhadap realitas politik kekuatan etnis Cina di Indonesia.

"Beijing tidak terkesan dengan presiden Indonesia pascakrisis ekonomi di akhir 1990-an. Tapi Beijing terkesan dengan perkembangan yang ditujukan Presiden SBY yang berkuasa sejak 2004," demikian kata Hu seperti dikutip WikiLeaks.

Hu menambahkan, Jakarta kini menghadapi tantangan melemahnya pengaruh militer sementara melesatnya demokratisasi di masayrakat. "Beijing akan mempromosikan Islam sekular di Indonesia dengan menggiatkan interaksi muslim Indonesia dengan muslim Cina yang sebanyak 20 juta.

WikiLeaks kembali membocorkan informasi rahasia Amerika Serikat (AS) mengenai Indonesia. Menariknya, kali ini informasi yang digulirkan sudah menyinggung urusan domestik, soal isu keamanan regional dan terorisme.

Bocoran WikiLeaks itu bukan menyangkut laporan dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta, yang diklaim sebanyak 3.059 pesan. Kisah soal Jakarta itu berasal dari Kedubes AS di Beijing (China) dan Canberra (Australia). Sebagian memo yang menyinggung Indonesia sudah dimuat di laman WikiLeaks, sebagian lagi dikirim secara eksklusif ke media massa di Australia.

Dalam suatu memo terungkap bahwa dua kekuatan utama dunia saat ini, AS dan China, turut serius mengamati reformasi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Reformasi itu, juga transparansi militer di negeri ini dianggap bisa mendorong, sekaligus memperkuat transparansi di tubuh pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Demikian laporan hasil percakapan antara pejabat AS dan China. Laporan itu ditulis dalam memo diplomatik dari Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Beijing ke Departemen Luar Negeri di Washington DC, Maret 2007. Dipublikasikan di laman WikiLeaks, 12 Desember 2010.

Bernomor referensi 07BEIJING1448, memo berkatagori rahasia itu merekam pembicaraan antara Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Cui Tiankai, beserta Direktur Jenderal urusan Asia, Hu Zhengyue, dengan kolega mereka dari AS, Deputi Asisten Menlu AS urusan Asia Timur dan Pasifik, Eric John, di Beijing pada Maret 2007.

Mereka membicarakan isu-isu di Asia Tenggara, seperti masalah demokrasi Myanmar dan keamanan di kawasan itu. Para pejabat dari kedua negara juga membicarakan situasi di Indonesia dan wilayah lain.

Diskusi antara dua pejabat itu memang menarik. Pasalnya, jarang diberitakan bahwa pejabat AS dan China berbagi pandangan, mengingat kedua negara itu dalam beberapa dekade terakhir justru saling bersaing untuk menanamkan pengaruh di sejumlah negara, terutama kawasan asia.

Mengenai isu Indonesia, John menekankan kepada Hu bahwa AS dan China harus bekerja sama untuk mendorong demokratisasi, pertumbuhan ekonomi, dan anti terorisme di negara terbesar di Asia Tenggara itu.

John, yang sejak Oktober 2007 akhirnya menjadi Duta Besar AS untuk Thailand, menilai kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengambil sejumlah langkah positif, AS dan China harus mendorong Indonesia untuk melakukan transparansi, akuntabilitas, dan reformasi militer yang lebih optimal.

Menurut John, Beijing harus bergabung dengan Washington dalam mendorong adanya tata kelola dan akuntabilitas yang lebih baik dalam tubuh militer Indonesia.

“Transparansi di dalam TNI akan memperkuat dan mendorong transparansi di dalam pemerintahan dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” demikian perkataan John kepada Hu yang dikutip memo itu. Transparansi itu, menurut John, merupakan faktor penting untuk mengundang daya tarik investasi asing, yang tengah dibutuhkan Indonesia.

“Kita juga harus mendorong reformasi dalam peraturan tenaga kerja dan investasi, begitu pula dengan penegakan hukum atas peraturan-peraturan itu,” lanjut memo tersebut.

China dipandang bisa memberi pengaruh bagi “arahan umum” pembangunan di Indonesia. Namun, kepada John, Hu mengingatkan bahwa Beijing harus bersikap sensitif atas realitas politik terkait dengan nasib populasi warga keturunan China di Indonesia.

Beijing, dalam memo itu, merasa “tidak terkesan” terhadap sejumlah presiden yang memimpin Indonesia setelah krisis keuangan Asia di akhir dekade 1990-an. Namun, China merasa senang atas kemajuan yang dibuat Presiden Yudhoyono sejak memerintah pada 2004, demikian kata Hu.

Seperti yang dilaporkan di memo diplomatik itu, Hu mengungkapkan keinginan China untuk mendorong Islam yang moderat di Indonesia, dengan mendorong interaksi dengan 20 juta umat Muslim di Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan China telah berkoordinasi dalam memberi bantuan kepada Indonesia terkait dengan sejumlah bencana alam. Bagi Beijing, kerjasama demikian bisa menjadi model bagi kemitraan di tingkat regional.

Berharap SBY Menang Lagi

Pada memo yang lain, AS mencatat apresiasi Australia kepada Indonesia dalam perang melawan terorisme. Pejabat Kementrian Luar Negeri Australia menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra paling penting di tingkat regional. Selain itu, pemerintah Negeri Kanguru itu juga berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menang lagi pada pemilu 2009.

Demikian penggalan memo diplomatik Amerika Serikat (AS), yang diklaim sebagai bocoran dari WikiLeaks kepada media massa di Australia. Berita memo itu dimuat oleh harian Sydney Morning Herald, Rabu 15 Desember 2010.

Memo diplomatik itu, yang diklaim berasal dari Kedutaan Besar AS di Canberra, melaporkan penilaian para pejabat Australia atas sejumlah negara tetangga mereka, termasuk Indonesia. Ini berdasarkan komunikasi antara pejabat AS dan Australia di Canberra pada Oktober 2008.

Pejabat Kementrian Luar Negeri Australia untuk Urusan Asia Tenggara, Peter Woolcott, menggambarkan situasi politik di sejumlah negara tetangga pada saat itu sedang “kacau” (messy). Negara-negara yang dimaksud adalah Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Burma (Myanmar).

Namun, penilaian sebaliknya dilontarkan Wollcott atas Indonesia. “Situasi di Indonesia - yang merupakan mitra paling penting Australia di kawasan - berlangsung ’sebaik yang bisa didapatkan,’” kata Woolcott dalam memo yang dikutip Sydney Morning Herald.

“Yudhoyono…yang diharapkan Australia terpilih kembali, telah memberikan kerjasama kelas satu dalam anti terorisme,” lanjut Woolcott.

Harian lain yang juga mengaku mendapat bocoran eksklusif dari WikiLeaks, The Age, juga memuat penilaian positif intelijen Australia kepada Indonesia dalam memberantas kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI) dalam beberapa tahun terakhir.

Dibuat pada Oktober 2008, memo itu memaparkan penilaian lembaga intelijen Australia, Office of National Assessments (ONA), mengenai sepak terjang JI. Kelompok yang dituduh Amerika Serikat sebagai bagian dari jaringan al-Qaida itu disebut-sebut sudah “berantakan.”

“Analisa ONA menilai bahwa ’situasi telah terbalik’ terkait dengan Jemaah Islamiyah di Indonesia. Kepemimpinan kelompok tersebut telah hancur. Sebagian besar senior mereka telah dibunuh, ditangkap maupun dalam pencarian. Kelompok itu telah kehilangan dukungan jaringan dan pendanaan lokal,” demikian laporan Kedubes AS di Canberra kepada Departemen Luar Negeri di Washington. (vivanews.com, 16/12/2010)

Komentar: INILAH BUKTI KONSPIRASI NYATA KETERLIBATAN AMERIKA TERHADAP KEDAULATAN INDONESIA..

KEMENANGAN SBY DIPEMILU JUA CAMPURTANGAN OLEH AMERIKA..

JADI WAJAR SEKARANG KEBIJAKAN PEMERINTAH JUA DITENTUKAN OLEH AMERIKA,

AMERIKA ADALAH PENJAJAH, INILAH BUKTI INDONESIA ADALAH BUDAK AMERIKA..

JADI WAJAR INDONESIA DENGAN KEPEMIMPINAN SBY DENGAN SISTEM DEMOKRASINYA MEMBYAR DENGAN MENJUAL SUMBERDAYA ALAM INDONESIA.

EXXON MOBILE, FREEPORT, BLOK CEPU, DLL.

AKAN TERUS MENCOKOL INDONESIA.

INDONESIA TANAH AIRKU YG TERJAJAH...

SUDAH WAKTUNYA KITA TERAPKAN SYARIAH DAN TEGAKAN KHILAFAH.

Senin, 13 Desember 2010

Rindu Rasulullah

Rasulullah Saw

Berabad-abad sudah berlalu

namun namamu masih melekat di hatiku

tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu

tak pernah aku melihat langsung dakwahmu

namun sinar cahaya itu mampu menebus jaman dan ruang

menembus perbedaan di antara seluruh umat manusia

cahaya itu tak pernah redup sampai akhir zaman

Rasulullah SAW , begitu agung namamu

bergetar hati ini , menangis , rindu bertemu dengan mu

rindu pada suri tauladan yang kau berikan

rindu pada kesederhanaan dan kepedulianmu

rindu pada kedamaian yang kau ciptakan

Rasulullah SAW , rindu pada kepemimpinanmu

Cinta dan kasih sayang mu tiada tara

Rahmatan Lil Alamin , memang itulah dirimu

Umatmu sekarang banyak yang sudah menjauhi suri tauladanmu

banyak yang sudah berubah dari koridor garis awal

pun saya merasa demikian

Rasulullah SAW , aku rindu padamu

kami rindu padamu

Rasulullah Nabi Muhammad SAW

Aku yakin sinar yang kau bawa tak kan pernah padam

Allahumma Solli Ala Muhammad

semoga shalawat itu akan tetap berdengung

hingga akhir masa nanti

Minggu, 03 Oktober 2010

BINTANG

Bintang-bintang dalam sedihku bercerita

Harus kah kubertahan demi semua ini


tuhan kau buka kenangan

dan kau buka lagi rasa yang kusimpan

tuhan kau tunjukan dia untuk kusayangi

Bersemilah kembali tak untuk pergi kembali

ku setelah telah kau hadir mengisi hatiku dengan harap

perlahan kucoba berdiri tegap

tak pernah menyesal mengenal dirumu

walau jalan ku yang kutempuh tak tertuju padamu

ku takan sesali pengalaman cinta ku

wanita terindah pernah jadi mimpiku

bukalah hati mu untuk diriku

sebelum rasa ini hilang

seperti bintang kupuja dirimu

ku lupakan mimpi-mimpi yang kadang ingin memilih cinta

dua sisi dunia memang berbeda

ku damai dengan keberadaannya

aku akan selalu memberi semua dan menjaga dirinya

biar waktu berubah tetapi bukan diriku


Minggu, 01 Agustus 2010

Impian Tuk Sayangi Mereka

Hari itu, aku melihat seorang anak yang berpakaian lusuh dan cukup kotor menuju rumah salah seorang temannya. Pakaiannya itu sebenarnya berwarna putih, tapi menjadi kecoklatan dengan bercak-bercak hitam di beberapa sisi. Dia menyandang tas samping. Awlnya ku fikir ia tengah mengajak temannya bermain selepas bermain dengan teman yang sebelumnya. Ternyata bukan, dia memanggil temannya itu untuk pergi mengaji. Aku langsung heran dan bertanya kepada salah seorang Ibu yang menurutku tahu tentang anak itu.
“Ibu, kenapa pakaian anak itu kotor ? Bukankah dia mau pergi mengaji? Kenapa dia tidak mengganti pakaiannya?” Tanyaku.
”Itu memang pakaian mengajinya. Orang tuanya sepertinya tidak mempedulikannya, makanya dia selalu berpenampilan demikian meskipun untuk pergi mengaji sekalipun. Selain karena kurangnya perhatian, dia itu memang berasal dari keluarga kurang mampu.” Jawab sang Ibu tersebut.
”Kasihan sekali kita melihatnya.” Lanjut Ibu itu.

Sedikit meluangkan waktu dan karena sedikit penasaran, aku bertanya lagi kepada Ibu itu mengenai anak tersebut. ”Ibu,.. Maaf, apa Ibu dari anak itu masih ada? Ayahnya? Bagaimana dengan saudaranya yang lain? Kakaknya apakah ada? Dan rumahnya di mana?
Ibu itu menjawab,”Ibunya masih ada. Ayahnya sudah tidak tinggal bersamanya karena kedua orang tuanya bercerai. Dia itu anak satu-satunya. Jadi, sekarang dia hanya tinggal bertiga bersama Ibu dan neneknya di rumah sederhana yang juga sudah tinggal satu kamar itu akibat gempa kemaren.”

Ya Allah…. Anak sekecil itu harus mendapatkan cobaan yang demikian??
Dia hidup dalam kekurangan materi, lalu apakan harus dia juga hidup kekurangan kasih sayang orang tuanya dan orang-orang sekitarnya??
Pernahkah terfikir oleh kita bahwa di sekitar kita masih banyak peri-peri kecil yang butuh kasih sayang kita??

Tuhan,,, Melihatnya aku takut…
Aku takut jika sekarang, esok, atau sampai saat nanti ia hidup tanpa tahu bagaimana rasa sayang hingga ia menjadi anak yang tidak pandai menyayangi.
Aku takut jika ia tumbuh menjadi anak yang selalu merasa rendah diri karena kekuranggannya dan karena tidak ada seorang pun yang menghargai serta mengacuhkannya.

Wahai engkau bocah kecilku… Adikku…
Andai aku punya istana yang di dalamnya hidup malaikat-malaikat penuh kasih sayang, maka engkau sekalian akan ku biarkan menikmatinya sepuas hatimu walau aku harus hidup di kejamnya panas mentari di luar sana.

Tuhan… Bolehkan aku ini hidup untuk mereka??? Bolehkan aku tetap melihat senyum mereka..??

Ketakutan dan kesedihanku adalah ketika mereka enggan berkumpul bersama teman-teman sebaya yang mereka lihat jauh lebih mapan dari mereka. Sungguh.. sungguh aku takut jika mereka menjauh dan merasa hina dibanding orang-orang kaya itu sementara sebenarnya mereka lebih mulia dari si kaya…

Oh tuhan…. Jangan biarkan rasa hina mengerogoti jiwa mereka. Tetap senangkan hatinya. Hati si kecilku yang kehilangan masa kecilnya bersama kedua Ibu Bapaknya itu.

Adik-adikku.. anak-anakku…
Kelak, jika kalian melihatku datang, mendekatlah padaku… Jangan pernah takuti aku ya… Senyum dan melihat kalian tertawa adalah kebahagiaan terbesarku…

Teman, seoarng anak, meskipun bukan anak kandung kita, saudara kandung kita, atau pun family dekat kita, mereka tetaplah anak kita. Meraka anaknya semua orang muslimin…
Jangan pernah acuhkan mereka sekalipun ia terlihat tidak seperti layknya setiap orang berpenampilan. Mereka hanya butuh kepedulian kita.. Jikalau pun tidak mampu berbuat banyak, jangan pernah sakiti mereka dengan menunjukkan kebencian, cemoohan, atau pun rasa jijik terhadap mereka..

Bayangkanlah teman,, Betapa pilunya hati mereka ketika melihat kita menjauhi mereka…
Astaghfirullah.. Astaghfirullahal”adziim…
Jangan sampai kita membuat hati mereka sedih kemudian membuat mereka terisak menangis pilu di hatinya…

Allah Arrahman dan Arrahim… Dan semoga sifatnya Allah tetap bermekaran di hati kita, bukan malah luntur dikikis oleh sifat yang ditancapkan oleh syaitan..

Teman, maaf ya kalau kelihatannya seperti menggurui.. si “AKU” tdk bermaksud apa-apa. Dia hanya mencoba menuangkan apa yang ia lihat, cerna, dan ia rasa. Si “AKU” bukan orang yang baik, tp ia ingin menjadi baik. Dan ia sadar bahwa butuh waktu yang lama untuk menjadikannya baik karena begitu jauhnya dia dari kebaikan itu..

Sabtu, 31 Juli 2010

RAMADHAN, SAATNYA MENYEMPURNAKAN KETAATAN...!!!!

Alhamdulillah sebentar lagi kita kembali memasuki bulan Ramadhan yang mulia. Di bulan tersebut kita kembali diingatkan tentang pentingnya ketaqwaan, taqorrub Illallah, dan Al-Qur’an. Semua pesan penting itu bermuara pada penegakan syariah Islam dan Khilafah.

Ibarat samudera, Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT, karena semua aktivitas hamba yang beriman pada bulan tersebut dinilai sebagai ibadah. Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah.

Fenomena Kemeriahan dalam Bulan Ramadhan

Semangat kaum Muslimin dalam menyambut bulan mulia ini juga terlihat dengan maraknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Ramadhan. Masjid-masjid dan mushala pun makmur pada waktu malam. Kaum Muslim sangat antusias mendatangi tempat tersebut. Mereka berbondong-bondong dengan mengenakan pakaian khas. Yang pria mengenakan baju koko dan yang wanita berkerudung. Artis-artis tak ketinggalan, berubah perilaku pada bulan tersebut. Mereka yang sebelumnya jingkrak-jingkrak dan suka ngakak di panggung hiburan di layar kaca mendadak alim. Kemana pun disorot kamera, kealimannya terus ditampakkan. Anak-anak yatim pun diundang buka puasa bersama di rumahnya. Kadang mereka mendatangi panti-panti asuhan untuk menyampaikan sumbangan.

Para pejabat tinggi negara jadi gemar mendatangi masjid. Mereka menyediakan makanan berbuka bagi karyawannya yang harus melewatkan waktu maghrib di kantor, sekaligus buka puasa bersama. Ini adalah hal yang jarang terjadi ketika bulan-bulan biasa. Mal-mal dan pusat perbelanjaan tak ketinggalan. Mereka memutar lagu-lagu bertema Islam. Pajangan-pajangan seronok pun disingkirkan diganti dengan pajangan khas Ramadhan dan menyambut lebaran.

Suasana Ramadhan bertambah semarak ketika stasiun-stasiun televisi menayangkan tayangan-tayangan islami. Ramadhan menjadi salah satu acara yang dikemas sedemikian rupa oleh stasiun televisi untuk mendatangkan iklan, semata-mata untuk mengais keuntungan di tengah suasana ibadah. Walhasil, nuansa Ramadhan begitu terasa mewarnai negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini. Ramadhan menjadi kesempatan setahun sekali yang begitu penting, seolah tak ada yang mau ketinggalan dengan suasana Ramadhan ini.

Ramadhan sebagai Bulan Taqwa

Ketaqwaan, jelas merupakan harapan yang muncul dari pelaksanaan shaum ini. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam firmanNya, yang artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. (TQS. Al-Baqarah [2]: 183).

Inti taqwa adalah ketaatan dan sikap hati-hati. Taat untuk menjalankan segala perkara yang diperintah Allah SWT. Juga hati-hati, penuh khawatir, senantiasa mawas diri, kalau setiap perbuatan yang dilakukan atau ditinggalkan akan menghantarkan kepada siksa Allah SWT. Untuk taqwa jelas harus terikat pada syariah Allah SWT. Karena itu tidak ada ketaqwaan sejati, tanpa terikat pada seluruh syariah Allah SWT. Bulan Ramadhan juga adalah sarana lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqorrub Ilallah). Kuncinya, tidak sama sekali meninggalkan perkara yang wajib, tidak sama sekali melakukan perkara yang haram, dan memperbanyak amalan sunnah. Semua juga bermuara pada keterikatan pada syariah Islam.

Kesediaan kita untuk tunduk dan patuh pada seluruh hukum syariah Islam inilah realisasi ketaqwaan dan keshalihan personal kita. Secara personal, hukum syariah seperti: shalat, puasa, zakat, memakai jilbab, berakhlak mulia, berkeluarga secara islami; atau bermuamalah seperti: jual-beli, sewa-menyewa secara syar’i dan sebagainya bisa dilaksanakan saat ini juga. Namun, dalam konteks sosial, banyak hukum syariah yang saat ini seolah begitu sulit dilakukan, seperti:
1. Peradilan/persanksian (misal: qishash, potong tangan bagi pencuri, cambuk/rajam bagi pezina, cambuk bagi peminum khamr, dsb)
2. Ekonomi (misal: hukum tentang kepemilikan, pengelolaan kekayaan milik umum, penghapusan riba dari semua transaksi, dsb)
3. Politik Luar Negeri (misal: dakwah ke luar negeri dan jihad/perang)
4. Kewarganegaraan (misal: hukum tentang status kafir dzimmi, musta’min, dan mu’ahad)

Kaum Muslim sesungguhnya diperintahkan untuk menjalankan semua hukum syariah tersebut. Kaum Muslim juga diperintahkan untuk memutuskan semua perkara di tengah-tengah masyarakat dengan hukum-hukum Allah. Sebagaimana hukum-hukum yang bersifat personal wajib dilaksanakan, demikian pula dengan hukum-hukum yang bersifat sosial. Hanya saja hukum yang terkaitann dengan pengaturan masyarakat di atas adalah kewenangan penguasa/pemerintah, bukan kewenangan individual/personal.

Ramadhan, Bulan Al-Qur’an

Di bulan Ramadhan ini, kita banyak diingatkan tentang Al Qur’an. Allah SWT berfirman yang artinya: Bulan Ramadhan itu, adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). (TQS. Al-Baqarah [2]: 185).

Al-Qu’ran jelas bukan sekedar dibaca, tapi Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus diamalkan. Bersama As-Sunnah, Al-Qur’an menjadi sumber hukum syariah Islam. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup berarti menjadikan syariah Islam sebagai pengatur kehidupan kita dalam seluruh aspek kehidupan. Lagi-lagi muaranya adalah syariah Islam. Karena itu bulan Ramadhan sudah seharusnya lebih memperkokoh lagi perjuangan syariah Islam. Karena itulah yang diharapkan dari kita, mau terikat dan tunduk kepada syariah Islam. Sungguh dipertanyakan muslim yang shaum di bulan Ramadhan tapi tidak mau tunduk kepada syariat Islam, bagaimana mungkin bisa bertaqwa tanpa terikat syariat Islam. Dipertanyakan juga yang banyak membaca Al- Qur’an di bulan Ramadhan, mengatakan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, namun tidak mau diatur oleh syariah Islam. Padahal syariah Islam merupakan pedoman hidup yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ramadhan adalah Bulan Perjuangan Syariah dan Khilafah

Siapapun yang bicara syariah Islam wajib, tapi tidak mau menerima kewajiban Khilafah Islam, maka hal itu perlu dipertanyakan. Sebab bagaimana mungkin syariah Islam bisa diterapkan secara menyeluruh kalau tidak ada Khilafah sebagai institusi negaranya? Sistem apapun tidak akan bisa diterapkan kalau tidak ada institusi negara.

Sistem Kapitalis bisa tegak, karena ada negara Kapitalis yang menerapkannya. Sosialisme bisa aplikatif, karena ada negara Sosialis. Sistem Islam juga sempurna dan komprehensif begitu, tidak akan aplikatif kalau tidak ada negara yang menerapkannya. Karena sulit menerima logika, syariah Islam bisa diterapkan secara menyeluruh tanpa adanya negara.

Keberadaan negara Khilafah juga akan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT. Sistem sekuler telah membuat kita split (terpecah) dan semakin menjauhkan kita pada hukum-hukumNya. Ketika sholat menggunakan syariah Islam, ekonomi kapitalis. Saat shaum berdasarkan syariah Islam, sistem politik demokrasi. Sementara dengan keberadaan Khilafah seluruh aspek kehidupan kita mulai dari ibadah mahdoh (sholat, shaum, zakat) sampai mu’amalah seperti: politik, ekonomi, sosial, pendidikan, akan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, karena semuanya berdasarkan syariah Islam. Sebab, mendekatkan diri kepada Allah tentu saja dengan jalan taat kepada hukum-hukumNya (syariah Islam).
Dari sini kita bisa mengerti kenapa Syekh Ibnu Taimiyah dalam assiyasah-asysyar’iyah mengatakan kewajiban mengangkat kepala negara (imamah/Khalifah) dimana dengan itu manusia bisa taat kepada Allah dan Rasulullah merupakan afdhulul qurubaat (sebaik-baik mendekatkan diri kepada Allah SWT). Sebab ketika Khalifah menerapkan syariat Islam dalam seluruh kehidupan, artinya setiap aspek kehidupan yang kita lakukan adalah bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.

Meraih Kemenangan di Bulan Ramadhan

Salah satu yang dikhawatirkan Rasulullah saw. dari puasanya kaum Muslim, yakni jika ibadah saum (puasa) terjebak pada rutinisme formal. Sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, seperti makan dan minum. Dalam hal ini, menarik dicermati hadish yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah dan Ath- Thabrani dari Ibn Umar, bahwa Rasulullah saw. bersabda,“Berapa banyak orang yang berpuasa, hasil yang diperoleh dari puasanya hanyalah lapar dan hausnya saja.”

Beliau juga menekankan puasa bukanlah sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga harus menahan dari perbuatan dan perkataan sia-sia (al-laghwi) dan perbuatan keji (ar-rafasi). Tidak heran kalau Rasulullah saw. pada bulan Ramadhan justru banyak mencontohkan banyak keshalihan sosial seperti memperbanyak sedekah. Bahkan, beberapa peperangan besar (jihad) justru dilakukan di bulan Ramadhan seperti: Perang Badar dan penaklukan Mekah (Fath Makkah).

Sebaliknya, coba kita evaluasi shaum kita saat ini. Dengan berat hati kita bisa katakan shaum kita belumlah banyak membawa perubahan yang berarti bagi masyarakat kita, apalagi membangkitkan masyarakat. Telah berapa kali Ramadhan kita lewati, tapi umat tetap diliputi oleh berbagai persoalan berat seperti kemiskinan, kebodohan, dan konflik, serta penjajahan negara-negara Kapitalis. Sering kali kemaksiatan kembali berulang setelah Ramadhan berakhir. Mengapa ini terjadi pada kita? Sepertinya kita khawatir puasa kita terjebak pada rutinitas ritual. Padahal, seharusnya sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan sahabatnya, Ramadhan justru diisi dengan amal-amal besar yang menyebar kebaikan bagi masyarakat.

Perang Badar dan Fath Makkah merupakan akhir dari rezim penindas kafir Quraish yang selalu menghalangi manusia untuk menerima cahaya Ilahi dengan bertauhid kepada Allah. Rezim ini juga telah banyak menyengsarakan masyarakat dengan kebijakan-kebijakan jahiliyahnya. Seperti memperlakukan budak mereka dengan hina, menumbuhsuburkan pembunuhan terhadap anak-anak dan wanita yang dianggap merupakan aib. Sistem sosial dan ekonomi yang rusak pun dipraktikkan oleh rezim ini seperti kebiasaan curang dalam perniagaan, dan legalisasi perzinaan. Dengan Perang Badar dan Fath Makkah, kekuasaan rezim ini berakhir berganti dengan kekuasaan Islam yang menyebar rahmat, kasih sayang, kebebasan, kesejahteraan, dan keamanan.

Shaum Ramadhan seharusnya menjadi energi positif yang didorong oleh kekuatan ruhiyyah untuk berbuat banyak bagi perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Sebagaimana ibadah lainnya, shaum seharusnya lebih mendekatkan diri manusia kepada Allah SWT (taqorrub Ilallah). Perubahan itu tidak lain adalah dengan memperjuangkan syariah dan Khilafah. Walhasil, marilah pada bulan ramadhan ini, kita lebih memperkokoh lagi perjuangan penegakan syariah dan Khilafah. Sahabat Rosulullah terdahulu telah membuktikan di bulan ramadhan justru mereka lebih bersemangat dalam berjuang.

Khatimah

Jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan perubahan secara mendasar terhadap seluruh aspek kehidupan, baik kehidupan personal, kemasyarakatan, dan negara melalui taqorrub Ilallah. saatnya kita bangkit dengan menguatkan kembali kedekatan kita kepada Allah pada bulan penuh berkah dan ampunan ini meraih kemenangan melalui perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah.
Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Jumat, 30 Juli 2010

SAMBUT RAMADHAN,PERKOKOH PERJUANGAN SYARIAH DAN KHILAFAH

Pewarta-Indonesia, Alhamdulillah kita kembali memasuki bulan ramadhan yang mulia. Di bulan ini kita kembali diingatkan tentang pentingnya ketaqwaan, taqurrub illalloh, dan Al Qur’an. Semua pesan penting itu bermuara pada penegakan syariah Islam dan Khilafah.

Ketaqwaan, jelas merupakan harapan yang muncul dari pelaksanaan shaum ini.Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam firmannya :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa. (QS al-Baqarah [2] 183).

Inti taqwa adalah ketaatan dan sikap hati-hati. Taat untuk menjalankan segala perkara yang diperintah Allah SWT. Juga hati-hati , penuh khawatir, senantiasa awas, kalau setiap perbuatan yang kita lakukan atau kita tinggalkan akan menghantarkan kita kepada siksa Allah SWT. Untuk taqwa jelas harus terikat pada syariah Allah SWT. Karena itu tidak ada ketaqwaan sejati, tanpa terikat pada seluruh syariat Allah SWT.

Bulan ramadhan juga adalah sarana lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqorrub ila Allah). Kuncinya , tidak sama sekali meninggalkan perkara yang wajib , tidak sama sekali melakukan perkara yang haram, dan memperbanyak amalan sunnah. Semua juga bermuara pada keterikatan pada syariah Islam.

Di bulan ramadhan ini kita banyak diingatkan tentang Al Qur’an. Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan itu, adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang haq dan yang batil). (QS al-Baqarah [2]: 185).

Al Qu’an jelas bukan sekedar dibaca , tapi al Qur’an adalah pedoman hidup yang harus diamalkan . Bersama As Sunnah , Al Qur’an menjadi sumber hukum syariah Islam. Menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup berarti menjadikan syariah Islam sebagai pengatur kehidupan kita dalam seluruh aspek kehidupan. Lagi-lagi muaranya adalah syariah Islam.

Karena itu bulan ramadhan sudah seharusnya lebih memperkokoh lagi perjuangan syariah Islam. Karena itulah yang diharapakan dari kita , mau terikat dan tunduk kepada syariah Islam. Sungguh dipertanyakan muslim yang shaum di bulan ramadhan tapi tidak mau tunduk kepada syariat Islam, bagaimana mungkin bisa bertaqwa tanpa terikat syariat Islam. Dipertanyakan juga yang banyak membaca Al Qur’an dibulan ramadhan , mengatakan Al Qur’an sebagai pedoman hidup , namun tidak mau diatur oleh syariah Islam. Padahal Syariah Islam merupakan pedoman hidup yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah.

Dan lebih dipertanyakan lagi ,siapapun yang bicara syariah Islam wajib tapi tidak mau menerima kewajiban khilafah Islam. Sebab bagaimana mungkin syariah Islam bisa diterapkan secara menyeluruh kalau tidak ada Khilafah sebagai institusi negaranya ? Sistem apapun tidak akan bisa diterapkan kalau tidak ada institusi negara.

Sistem kapitalis bisa tegak karena ada negara Kapitalis yang menerapkannya. Sosialisme bisa aplikatif, karena ada negara sosialis. Sistem Islam juga sempurna dan komprehensip begitu, tidak akan aplikatif kalau tidak ada negara yang menerapkannya. Karena, sulit menerima logika, syariah Islam bisa diterapkan secara menyeluruh tanpa negara.

Keberadaan negara Khilafah juga akan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT. Sistem sekuler telah membuat kita split (terpecah). Ketika sholat menggunakan syariah Islam, ekonomi kapitalis. Saat shaum berdasarkan syariah Islam , sistem politik demokrasi. Sementara dengan keberadaan Khilafah seluruh aspek kehidupan kita mulai dari ibadah mahdoh (sholat, shaum, zakat) sampai mu’amalah seperti politik,ekonomi, sosial , pendidikan , akan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, karena semuanya berdasarkan syariah Islam. Sebab, mendekatkan diri kepada Allah tentu saja dengan jalan taat kepada hukum-hukumnya (syariah Islam).

Dari sini kita bisa mengerti kenapa Syekh Ibnu Taimiyah dalam assiyasah-asysyar’iyah mengatakan kewajiban mengangkap kepala negara (imamah/Kholifah) dimana dengan itu manusia bisa taat kepada Allah dan Rosulullah merupakan afdhulul qurubaat (sebaik-baik mendekatkan diri kepada Allah SWT). Sebab ketika Kholifah menerapkan syariat Islam dalam seluruh kehidupan, artinya setiap aspek kehidupan yang kita lakukan adalah bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.

Salah satu yang dikhawatirkan Rasulullah saw. dari puasanya kaum Muslim, yakni jika ibadah saum (puasa) terjebak pada rutinisme formal. Sekadar menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, seperti makan dan minum. Dalam hal ini, menarik dicermati hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah dan Ath Thabrani dari Ibn Umar, bahwa Rasulullah saw. bersabda,“Berapa banyak orang yang berpuasa, hasil yang diperoleh dari puasanya hanyalah lapar dan hausnya saja.”

Beliau juga menekankan puasa bukanlah sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga harus menahan dari perbuatan dan perkataan sia-sia (al-laghwi) dan perbuatan keji (ar rafasi). Tidak heran kalau Rasulullah saw. pada bulan Ramadan justru banyak mencontohkan banyak kesalehan sosial seperti memperbanyak sedekah. Bahkan, beberapa peperangan besar (jihad) justru dilakukan di bulan Ramadan seperti Perang Badar dan penaklukan Mekah (Fath Makkah).

Sebaliknya, coba kita evaluasi shaum kita saat ini. Dengan berat hati kita bisa katakan saum kita belumlah banyak membawa perubahan yang berarti bagi masyarakat kita, apalagi membangkitkan masyarakat. Telah berapa kali Ramadan kita lewati, tapi umat tetap diliputi oleh berbagai persoalan berat seperti kemiskinan, kebodohan, dan konflik, dan penjajahan negara-negara Kapitalis.

Sering kali kemaksiatan kembali berulang setelah Ramadan berakhir. Mengapa ini terjadi pada kita? Sepertinya kita khawatir puasa kita terjebak pada rutinitas ritual. Padahal, seharusnya sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan sahabatnya, Ramadan justru diisi dengan amal-amal besar yang menyebar kebaikan bagi masyarakat.

Perang Badar dan Fath Makkah merupakan akhir dari rezim penindas kafir Quraish yang selalu menghalangi manusia untuk menerima cahaya Ilahi dengan bertauhid kepada Allah. Rezim ini juga telah banyak menyengsarakan masyarakat dengan kebijakan-kebijakan jahiliyahnya. Seperti memperlakukan budak mereka dengan hina, menumbuhsuburkan pembunuhan terhadap anak-anak wanita yang dianggap merupakan aib. Sistem sosial dan ekonomi yang rusak pun dipraktikkan oleh rezim ini seperti kebiasaan curang dalam perniagaan, dan legalisasi perzinaan. Dengan Perang Badar dan Fath Makkah, kekuasaan rezim ini berakhir berganti dengan kekuasaan Islam yang menyebar rahmat, kasih sayang, kebebasan, kesejahteraan, dan keamanan.

Shaum Ramadan seharusnya menjadi energi positif yang didorong oleh kekuatan ruhiyyah untuk berbuat banyak bagi perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik. Sebagaimana ibadah lainnya, saum seharusnya lebih mendekatkan diri manusia kepada Allah SWT (taqorrub ila-Allah). Perubahan itu tidak lain adalah dengan memperjuangkan syariah dan Khilafah. Walhasil , marilah pada bulan ramadhan ini, kita lebih memperkokoh lagi perjuangan penegakan syariah dan Khilafah. Sahabat Rosulullah terdahulu telah membuktikan di bulan ramadhan justru mereka lebih bersemangat dalam berjuang. Bagaimana dengan kita ?

Rabu, 28 Juli 2010

DAKWAH. . .

Katakanlah, “Inilah jalanku aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, Maha Suci Allah dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik.”

Jalan dakwah panjang terbentang jauh kedepan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia bukan pula di dunia
Tetapi cahaya maha cahaya, syurga dan ridho Allah

Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah kehati-hati manusia ajaklah ke jalan Robbmu
Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Pergilah kehati-hati manusia ajaklah kejalan Robbmu

Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’ban di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti kata Abul Anbiya,”Sesungguhnya sholatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku semata bagi Robb semesta”
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu Ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
Membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada
Yang bernilai adalah kerja, bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dan diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga Negara
Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah, rendahkan ocehan syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya
Tinggalkan kemalasan, lamban dan berpangkutangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tadhhiyah
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang disisimu adalah fana belaka
Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada Allah dan Rasul, Alquran dan Sunnahnya serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
Kareanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempeng jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah mengapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas ulamamu sedang lainnya hanya selingan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya
Itsar bentuk tertingginya

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Dan Allah Yang Maha Mengetahui menghimpun hati-hati para da’i dalam cinta-Nya, berjumpa karena taat kepada-Nya, melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah, saling berjanji untuk menolong syariat-Nya.

Definisi CINTA Dalam Al Qur’an

Devini cinta dalam Al qur'an
Dalam sebuah seminar yang digelar DKM Ulil Albab Unpas Bandung, Zonaina Yuhadisi membeberkan bahwa kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.

Sebagaimana dalam QS Ali Imron : 14 “Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).” Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.

Adapun Wudda dalam QS Maryam : 96 “ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ” jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia.

Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Dalam ayat inipun Allah menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.

Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan terraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta Nya kepada hamba yang dkehendakiNya. Allah yang akan mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah tidak menghendakiNya. Oleh karena itu terraihnya cinta—wudda pada satu pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yang Allah berikan pada pasangan tersebut.

Cinta inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya, cinta yang atas nama Allah, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah.

Masa Remaja

Masa remaja adalah masa yang penuh konflik, kritis dan penuh gejolak. Bagaimana tidak, masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Banyak diantara remaja yang bingung menghadapi semua perubahan yang dialaminya, baik perubahan fisik, psikis dan mental.
Karena kurang pengetahuan, banyak diantara mereka menjadi rendah diri saat suaranya mulai besar dan parau, ditambah perubahan fisik dan wajahnya yang berjerawat sehingga perubahan tersebut membuat remaja menarik diri dari lingkungan yang membuatnya tertekan. Di saat seperti ini lingkungan sangat membantu dan memberi pengaruh yang besar dalam perkembangan selanjutnya.

Di sisi lain kebutuhan remaja senang berkumpul, membuat kelompok dengan teman sebaya (peer group) menjadikannya menarik diri dari lingkungan keluarga, kalian lebih memilih berkumpul dengan teman daripada pergi dengan orang tua, iya…kan??????. Berkumpul dengan teman, merencanakan suatu kegiatan yang membuatmu merasa dihargai, membuatmu merasa diakui sangat lah penting, apalagi jika ada seorang gadis atau seorang remaja putera yang menarik perhatianmu….rasanya kamu ingin sekali menunjukkan kelebihanmu… (hayooo…ngaku.aja….tuh Ibu tau kan???, so pasti karena saya juga pernah muda he…he…) kita lanjutkan ya…Kamu juga sangat tidak ingin orang lain meremehkanmu, apalagi jika itu cewek dan yang paling membuatmu sebel jika ayah ibumu selalu mendiktemu menganggapmu masih anak-anak…nyuruh ini ..itu, harus begini…harus begitu…, tidak boleh mealkukan ini dan itu…rasa sebel deh kalo sudah kayak gitu.

So…yang sangat membuatmu sulit mengendalikan diri yaitu` pada saat kamu sedang jatuh cinta…nah..lho…ketauan…, di sisi lain ustadz dan ustadzah menyuruhmu untuk menghindari diri dari “pacaran” sementara itu adalah sesuatu yang indah menurut orang lain.

Ketika hati sedang dilanda CINTA…

Didalam Islam tidak ada istilah pacaran yang ada pernikahan, jika sepasang laki-laki dan perempuan saling jatuh cinta maka haram bagi mereka untuk tidak segera menikah.

“ Janganlah engkau mendekati zinah, sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Israa : 32 )

mendekati jinah saja tidak boleh….sikap dan perilaku yang terkategori mendekati jinah adalah :
- memandang lawan jenis dengan penuh nafsu
- dengan sengaja menyentuh kulit lawan jenis
- berduaan di tempat gelap
- pergi berduaan tanpa muhrim
- pacaran
- dll

Pacaran adalah kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah dengan alasan yang walaupun dibikin sedikit masuk akal sebagai bentuk ta’aruf menjelang menikah, tapi tetap saja pacaran sebagai perilaku yang termasuk ‘mendekati jinah’. Ta’aruf dan pacaran merupakan dua konsep yang jauh berbeda (selanjutnya akan dibahas pada materi Pacaran atau Ta’aruf)

Yang terpenting bagi kalian untuk saat ini adalah apa yang harus dilakukan saat kita sedang jatuh cinta???..walaupun kalian seorang santri… tetap aja ‘ santri juga manusia…punya rasa…punya ..hati” iya kan…he..he…jadi ketularan lagunya boy band serieus. Artinya kalian pun punya perasaan yang sama dengan yang lainnya pasti mengalami jatuh cinta…karena itu adalah Sesuatu yang alami, sesuatu yang sangat wajar, jika tidak pernah mengalaminya patut dipertanyakan…apakah kalian normal???

Menurut Ustadzah Zonaina Yuhadisi ada 3 respon yang biasa dilakukan remaja saat jatuh cinta .

1. Hanyut dan tenggelam dalam rasa cinta, ini akan membuat orang rugi dunia dan akhirat
2. Membuang dan membunuh rasa cinta tersebut, ini bukan sikap yang bijak karena rasa cinta tidak bisa dibunuh
3. Mensyukuri dan mengenndalikannya, ini sikap yang tepat

Mengendalikan CINTA

Masih menurut Ustadzah Zonaina Yuhadisi
Sikap yang harus kalian camkan dan lakukan saat kalian jatuh cinta adalah….(apa hayo….ada yang tau…ada yang sudah punya pengalaman ngatasin jatuh cinta???baiklah gini…)

1.

# Bersyukur kepada Allah karena bias jatuh CINTABerlindunglah kepada Allah agar tidak dikuasai CINTA
# Sadari mengapa jatuh CINTA
# Sadari hal-hal positif yang bias dibangkitkan dengan CINTA
# Sadari hal-hal negative sebagai dampak dari jatuh CINTA
# Eliminir kekeliruan akibat jatuh CINTA
(penjelasan lanjutan pada materi berikutnya…nah lho …)

Sedangkan rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar :

1. Jangan berduaan
2. Jangan bertatap-tatapan
3. Jangan di tempat sunyi
4. Jangan ikuti bisik dan langkah syetan.

Nah, cukup sekian materi kali ini Ibu berpesan, ketika rasa CINTA itu datang dan menggoda, waspadalah…syetan sedang memberi angan-angan dan menjebak kita dalam kenistaan. Awalnya seseorang akan hanyut dengan cinta karena ia membiarkan rasa itu ada dan mengalir sesuai kehendak cinta itu sendiri, karena itu lah banyak orang yang menjadi korban cinta.

Untuk itu marilah kita belajar mengendalikan cinta dan menyikapinya dengan bijaksana. Jangan beri peluang sekecil apapun kepada cinta untuk menguasai diri kita. Kembalikan rasa cinta kita kepada pemilik dan pemberi cinta sejati, agar hidup kita penuh cinta yang abadi.

Semoga engkau anak-anakku Allah memberi semua perlindungan dan kemampuan dalam mengolah emosi mengendalikan diri agar tidak terjatuh dalam cinta yang nisbi dan palsu, dan semoga pula kalian mendapatkan wudda dalam hidupmu dengan prestasi amalmu, saya akan ada untuk kalian…bersama menggapai langit…menuju keharibaanNya, dalam kampung akhirat yang penuh wangi bunga, dengan air jernih mengalir di sekelilingnya.

Akhirnya marilah kita simak puisi indah, kalau saya tak salah mengingat begini…

CINTA

Tuhan…….
Saat aku menyukai seseorang teman
Ingatkanlah aku akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama yang tak berakhir

Tuhan….
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukan aku kepada yang rindu cinta sejatiMu

Tuhan….
Jika kembali mencintai seseorang
Teruskan aku dengan orang yang mencintaiMu
Agar bertambah kuat cintaku padaMu

Tuhan….
Ketika aku sedang jatuh cinta
Agar tak melebihi cintaku padaMu

Tuhan Ketika aku berucap aku cinta padaMu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya terpau padaMu
Agar aku tak jatuh cinta
Dalam cinta yang bukan karenaMu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencitai seseorang bukan apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cinta
Sangatlah berarti

Tapi……..
Dicintai oleh seorang pecinta
Adalah segalanya……….

Awas Bahaya Laten Kristenisasi!! "Empat Strategi Pemurtadan Kaum Evangelis terhadap Muslim"

Kepala Gereja Presbiterian asal Ghana, Dr John Azumah membeberkan cara-cara ampuh untuk memurtadkan orang Islam, dalam konferensi internasional penganut Evangelis yang berlangsung di California AS. Menurutnya, ada empat strategi ampuh untuk memurtadkan orang Islam.

Strategi pertama, umat Kristiani harus melakukan upaya untuk mengetahui seluk beluk Muslim. ”Tunjukkan minat untuk mengetahui ketakutan, kesenangan dan ajaran keyakinan mereka (umat Islam). Seorang Muslim memiliki nama, wajah, dan tidak banyak umat Kristiani yang mengenali mereka,” kata Azumah di acara Inside-Out Evangelical Conference, seperti dilansir The Christian Today.

Strategi kedua, untuk menarik hati orang-orang Islam, para misionaris harus bersikap seperti “sinar” dan bukan sebagai “lampu sorot.” Menurutnya, saat ini banyak umat Kristiani yang cenderung bersikap sebagai “lampu sorot” dalam melakukan aktivitas pemurtadan.

Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh US Presbyterian Global Fellowship, Azumah mengingatkan para peserta konferensi agar tidak secara langsung menyorotkan cahaya ke mata orang yang menjadi target pemurtadan mereka, karena itu akan membuat orang yang bersangkutan melindungi matanya atau mengalihkan pandangan.

”Hentikan pendekatan dengan gaya lampu sorot dan jadilah lentera. Jangan langsung menembak dengan menggunakan ayat-ayat alkitab, tapi tariklah mereka (Muslim) dengan cara menunjukkan bahwa Anda mencintai mereka, setelah itu baru gunakan ayat-ayat alkitab, ” jelas Azumah.

Strategi ketiga pemurtadan adalah dengan cara berbagi pengalaman dan pengakuan pribadi. Cara ini, kata Azumah, sangat ampuh karena langsung melibatkan orang yang punya pengalaman pribadi. Ia mencontohkan kisah di alkitab tentang seorang perempuan Samaritan yang berhasil membuat orang-orang di kotanya mengikuti ajaran Kristus, setelah si perempuan menceritakan pengalaman pribadinya tentang keyakinan yang dianutnya.

Dan strategi keempat untuk melakukan pemurtadan, kata Azumah, menunggu perubahan apa yang akan terjadi. ”Anda mungkin punya sumber daya, punya pengetahuan, punya antusiasme, tapi tunggulah sampai Roh Kudus datang pada kalian. Ini adalah bisnis spiritual,” ujarnya.

Ia menyarankan agar umat Kristiani membuka jalan untuk lebih banyak berinteraksi dengan komunitas Muslim. ”Masuklah ke komunitas-komunitas Muslim, negara-negara Muslim dan dunia Muslim-pelajari budaya dan bahasa mereka, jangan paksa mereka untuk memahami bahas Anda,” imbuh Azumah.

Dalam konferensi tersebut, Sekretaris Jenderal European Engangelical Alliance (EEA) Gordon Showell-Rogers menyerukan gerakan pemurtadan umat Islam di seluruh Eropa. Ia menyatakan, arus imigrasi Muslim ke benua Eropa adalah kesempatan bagi para Evangelis untuk memurtadkan mereka. (republika.co.id, 27/7/2010)



John Azumah

sumber: http://www.facebook.com/notes/250-juta-dukungan-untuk-ganti-kapitalisme-sosialismekomunisme-dgn-islam/awas-bahaya-laten-kristenisasi-empat-strategi-pemurtadan-kaum-evangelis-terhadap/410457104505

Minggu, 25 Juli 2010

berkorban demi tegaknya syriah dan khilafah

اللهُ أكْبَرُ × 9
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَلَهُ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْهِ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَهُ وَنَخْشَى عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَهُ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ. أَشْهَدُ ألاَّ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مَنْ سَنَّ بِقَوْلِهِ: «أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَلاًَ كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ تَحْتَ

قَدَمَيَّ مَوْضُـوعٌ»، وَعَلىَ آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ..
أما بعد، أيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُورُ،

Allâhu Akbar 9X, Lâ ilâha illaLlâhu HuwaLlâhu Akbar, Allâhu Akbar WaliLlâhilhamd - Ma’âsyiral Muslimîn RahimakumuLlâh,

Alhamdulillâhi Rabbi al-âlamîn, segala puji kita panjatkan ke hadhirat Allah Swt, Tuhan semesta alam. Dialah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam raya. Dialah satu-satunya Dzat yang wajib disembah dan tiada sekutu bagi-Nya. Dia pula yang telah memberikan anugerah kepada kita petunjuk hidup yang lurus, dîn yang haqq, dan risalah yang adil lagi sempurna, yakni Islam.

Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada sayyid al-anbiyâ wa al-mursalîn, Rasulullah Saw, beserta keluarga, para shahabatnya, dan seluruh pengikutnya yang berjuang tak kenal lelah untuk menerapkan dan menyebarluaskan risalah Islam ke seluruh pelosok dunia hingga akhir zaman.

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd - Ma’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Setiap hari raya Iedul Adha, kita selalu diingatkan kisah tentang ketaatan Nabi Ibrahim as dan putranya, Nabi Ismail as, dalam menjalankan perintah Allah Swt. Ketika Nabi Ibrahim as diperintahkan untuk menyembelih putranya, keduanya segera bergegas melaksanakan perintah Allah. Tak tampak sama sekali keraguan, apalagi keengganan atau penolakan. Keduanya dengan ikhlas menunaikan perintah Allah Swt, meski harus mengurbankan sesuatu yang paling dicintainya. Ibrahim rela kehilangan putranya, dan Ismail tak keberatan kehilangan nyawanya. Peristiwa agung ini pun diabadikan dalam al-Quran agar menjadi teladan bagi manusia di sepanjang masa. Allah Swt berfirman:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (TQS. al-Shaffat [37]: 102).
Pengorbanan yang luar biasa itu pun membuahkan hasil. Tatkala ketaatan mereka telah terbukti, perintah penyembelihan itu pun dibatalkan. Sebagai gantinya, Allah Swt menebusnya dengan sembelihan hewan. Karena mereka telah lulus dari al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata), mereka pun mendapatkan balasan yang besar. Allah Swt berfirman:

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ، وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَاإِبْرَاهِيمُ، قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ، إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ، وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (TQS. Shaffat [37]: 103-107).

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Ketundukan, pengorbanan, dan keberhasilan mereka, seharusnya menjadi teladan bagi kita. Sebagaimana Nabi Ibrahim as, kita pun menerima berbagai kewajiban yang harus dikerjakan. Bagi kita, kewajiban itu juga al-balâ’ al-mubîn (ujian yang nyata). Siapa pun yang bersedia tunduk dan patuh menjalankan kewajiban itu, maka mereka adalah orang-orang yang selamat dan sukses. Sebaliknya, mereka yang membangkang darinya adalah orang-orang yang gagal dan celaka. Di antara kewajiban itu adalah menerapkan syariah-Nya dalam kehidupan. Allah Swt berfirman:

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللهُ إِلَيْكَ

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu (TQS. al-Maidah [5]: 49).

Seruan ayat ini, seruan tersebut juga bertebaran dalam banyak ayat dan Hadits. Kewajiban tersebut kian tegas dengan adanya larangan bagi setiap Mukmin untuk mengambil dan menerapkan hukum lain yang tidak berasal dari-Nya. Jika tetap bersikukuh menjalankan hukum selain syariah, maka bisa terkatagori di antara salah satu kemungkinan: kafir, dzalim, atau fasik (QS al-Maidah [5]: 44, 45, dan 47). Syariah yang diwajibkan atas kita itu bersifat total dan menyeluruh, baik menyangkut interaksi manusia dengan Sang Pencipta yang berupa hukum-hukum ibadah; interaksi manusia dengan dirinya sendiri yang tercakup dalam hukum-hukum makanan, pakaian, dan akhlak; maupun interaksi antar sesama manusia yakni hukum-hukum mu’amalat yang meliputi sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pergaulan, strategi pendidikan, dan politik luar negeri; dan uqubat yang memberikan ketentuan mengenai sanksi-sanksi terhadap setiap pelaku kriminal. Keseluruhan syariah itu wajib kita terapkan. Tidak boleh ada yang diabaikan, ditelantarkan, apalagi didustakan. Tindakan mengimani sebagian syariah dan mengingkari sebagian lainnya hanya. akan mengantarkan kepada kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Allah Swt berfirman:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu beriman kepada sebahagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. (TQS. al-Baqarah [2]: 85).

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Di antara hukum-hukum itu memang ada yang dibebankan kepada individu untuk melaksanakannya, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan ibadah-ibadah lainnya. Demikian juga hukum tentang makanan, pakaian, akhlak, dan sebagian hukum muamalah. Namun, ada juga hukum-hukum yang dibebankan kepada negara untuk menjalankannya. Di antaranya adalah hukum-hukum yang berkenaan dengan sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pergaulan, strategi pendidikan, dan politik luar negeri. Juga berkaitan dengan hukum-hukum tentang sanksi terhadap pelaku kriminal. Semua hukum itu harus dijalankan oleh negara. Berdasarkan fakta itu, maka keberadaan negara yang menjalankan syariah menjadi wajib. Sebab, tanpa adanya negara atau daulah, niscaya terdapat sebagian besar syariah yang terlantar. Dalam kaidah ushul fiqh dinyatakan:

مَا لاَ يَتِمُ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِِِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ

Semua perkara, yang kewajiban tidak sempurna kecuali dengannya, maka perkara itu adalah wajib.
Telah maklum, setelah khilafah Utsmaniyyah runtuh tahun 1924, tidak ada institusi yang bertanggung untuk menerapkan syariah secara total. Akibatnya, sebagian besar syariah itu pun terbengkalai. Kalaupun dijalankan, itu terbatas dalam lingkup individu atau kelompok. Inilah problem besar yang dialami umat Islam saat ini. Lenyapnya khilafah telah mengakibatkan sebagian besar syariah terlantar. Tak hanya itu. Tiadanya khilafah juga membuat umat Islam terpecah-belah menjadi lima puluhan negara. Tidak ada lagi institusi tangguh yang memelihara aqidah mereka; menjaga darah, harta, dan kehormatan mereka; dan melindungi wilayah mereka dari serbuan negara-negara kafir penjajah.

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Meskipun dalil wajibnya menegakkan khilafah demikian jelas; aneka problema akibat tiadanya khilafah juga terlihat nyata, namun masih saja ada di antara umat Islam yang enggan untuk berjuang. Ada yang merasa pesimis terhadap khilafah. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai utopia. Tentu itu adalah sikap yang amat keliru. Tegaknya syariah dan khilafah sama sekali bukan mustahil. Sebab, syariah dan khilafah adalah kewajiban yang dibebankan Allah Swt kepada hamba-Nya. Dan tidak mungkin Allah Swt mewajibkan suatu perkara kepada hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Maka kepada orang-orang yang pesimis dan putus asa, harus disampaikan bahwa tegaknya syariah dan khilafah sama sekali bukan mustahil. Namun demikian, untuk mewujudkannya diperlukan perjuangan dan pengorbanan. Di sinilah keimanan dan ketaatan kita justru diuji. Apakah kita termasuk orang yang rela berkorban untuk menjalankan perintah-Nya atau orang yang enggan berjuang sambil mencari dalih pembenar.

Semenjak dakwah digulirkan Rasulullah saw hingga berdiri sebuah negara di Madinah, beliau memerlukan waktu sekitar 13 tahun. Selama itu pula beliau tak mengenal lelah untuk menyampaikan dakwah. Mulai dari akidah hingga kewajiban tunduk terhadap syariah. Demikian juga para sahabat. Dalam berdakwah, mereka juga kerap menerima berbagai ujian, fitnah, dan tekanan, baik fisik maupun mental. Namun, semua itu tak pernah membuat mereka surut dan gentar. Mereka tetap tegar menyerukan kebenaran Islam. Abu Dzarr al-Ghifari, misalnya, ketika mendakwahi kaum Quraisy justru mendapat siksaan yang berat. Beliau dipukuli hingga pingsan. Abdullah bin Mas’ud juga dikeroyok beramai-ramai oleh kafir Quraisy ketika membacakan al-Quran di kerumunan massa. Perlakuan yang tidak jauh berbeda juga diterima oleh sahabat-sahabat yang lain. Tidak sedikit pula yang gugur dalam berjuang, seperti Yasir dan isterinya. Dalam berdakwah, Rasulullah saw tak jarang juga menerima hinaan dan cercaan. Punggung dan tempat sujud beliau pernah dilempari kotoran unta. Juga pernah dipukuli kaum Qurays hingga pingsan. Ketika menyampaikan dakwah di Thaif, beliau dilempari batu hingga berdarah-darah. Namun, semua itu tak pernah membuat beliau mundur dan berhenti. Kegigihan dan pengorbanan mereka dalam berjuang pun menuai hasil. Allah Swt mengganjar mereka dengan pahala, surga, dan ridha-Nya. Tak hanya itu, mereka pun mendapat anugerah kemenangan di dunia. Yakni tegaknya Daulah Islamiyyah di Madinah. Dari sanalah kemudian Islam menyebar ke seantero dunia. Kemuliaannya menerangi kehidupan, sehingga dalam waktu singkat, manusia berbondong-bondong memasuki agama Islam.

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Ketundukan kepada Allah Swt dan ketaatan menjalankan perintah-Nya memang membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga, harta, bahkan jiwa. Akan tetapi kita tidak perlu khawatir. Pengorbanan itu pasti akan membuahkan hasil. Allah Swt akan memberikan pertolongan-Nya jika kita bersungguh-sungguh menolong agama-Nya. Allah Swt berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (TQS. Muhammad [47]: 7).

Jika demikian janji-Nya, maka tak pantas lagi kita merasa ragu atau takut. Sebab, pertolongan sesunguhnya hanya di tangan Allah Swt. Tidak akan datang kecuali dari-Nya (QS Ali ‘Imran [3]: 126, al-Mulk [67]: 20, al-Kahfi [18]: 43). Maka siapa saja yang ditolong Allah Swt, tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkannya. Sebaliknya, jika Allah Swt menghinakannya, tidak ada seorang pun yang dapat menolongnya. Allah Swt berfirman:

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal (TQS. Ali ‘Imran [3]: 160).

Allâhu Akbar 3X, WaliLlâhilhamd
Ma’âsyira al-Muslimîn Rahimakumullâh,
Khilafah akan segera kembali, Insya Allah dalam waktu dekat. Semua upaya yang dikerahkan orang-orang kafir dan antek-anteknya untuk menghalangi tegaknya Khilafah akan gagal dan sia-sia. Sebab, tegaknya Khilafah telah menjadi janji Allah Swt dan Rasul-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang dipilih Allah, untuk mewujudkan janji-Nya. Allah Swt berfirman:

وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah mejadikan orang-rang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukankan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (TQS. An-Nuur [24]: 55).
Rasulullah saw juga menegaskan:

«ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
Kemudian akan datang khilafah yang mengkuti manhaj kenabian (HR Ahmad).
Selanjutnya, marilah kita tundukkan kepala kita dengan segala kerendahan hati, sambil menengadahkan tangan kita, untuk memanjatkan doa ke hadirat Allah Swt, Dzat Yang Mahakuasa, dan Mahaperkasa:

اَللّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, perbaikilah di antara mereka, lembutkanlah hati mereka dan jadikanlah hati mereka keimanan dan hikmah, kokohkanlah mereka atas agama Rasul-Mu saw, berikanlah mereka agar mampu menunaikan janji yang telah Engkau buat dengan mereka, menangkan mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Ilah yang hak jadikanlah kami termasuk dari mereka.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allah, perbaikilah sikap keagamaan kami sebab agama adalah benteng urusan kami, perbaikilah dunia kami sebagai tempat penghidupan kami, perbaikilah akhirat kami sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan kami di dunia sebagai tambahan bagi setiap kebaikan. Jadikanlah kematian kami sebagai tempat istirahat bagi kami dari setiap keburukan.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعَ مَنْ يَفْجُرُكَ، اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ، اَللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكَفَرَةَ الذِّيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اَللَّهُمَّ اَهْزِمْهُمْ وَدَمِّرْهُمْ، وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَاجْعَلْ تَدْمِيْرَهُمْ فِيْ تَدْبِيْرِهِمْ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْ جُيُوْشَ الْكُفَّارَ الْمُسْتَعْمِرِيْنَ، أَمْرِيْكَا وَبَرِيْطَانِيَا وَحُلَفَاءِهَا الْمَلْعُوْنِيْنَ.

Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, meminta ampunan-Mu, sekali-kali kami tidak akan mengkufuri-Mu. Kami sepenuhnya iman kepada-Mu, dan berlepas diri dari siapapun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mulah kami mengabdi, beribadah dan sujud. Kepada-Mulah kami berlari dan menuju. Kami mendambakan rahmat-Mu, dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu yang sungguh-sungguh ditimpakan kepada kaum Kufar itu juga pasti akan ditimpakan kepada yang lain. Ya Allah, adzablah orang-orang Kafir yang telah menghalangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan membunuhi para pembela-Mu. Ya Allah, kalahkanlah mereka, hancurkanlah mereka, cerai-beraikanlah persatuan mereka, dan porak-porandakanlah kesatuan mereka. Jadikanlah rencana jahat mereka itu sebagai pembawa kehancuran mereka. Ya Allah, kalahkanlah pasukan kaum Kufar penjajah, Amerika, Inggeris dan sekutu mereka yang terlaknat.

اَللَّهُمَّ مَلِكَ الْمُلْكِ تُعْطِيْ الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ، وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ، وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةَ الرَّاشِدَةَ عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ، تُعِزُّ بِهَا دِيْنَكَ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَطُغْيَانَهُ. اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا وَانْصُرْ إِخْوَانَنَا وَانْصُرْ مَنْ يُنْصُرُنَا وَاجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ ِلإِقَامَةِ شَرِيْعَتِكَ وَالْخِلاَفَةِ الرَّاشِدَةِ عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ.

Ya Allah, Maha Raja diraja, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, Engkau ambil kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapasaja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinadinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Di dalam genggaman-Mu lah seluruh kebaikan. Karena Engkaulah Dzat yang Maha Kuasa atas segalanya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu negara Khilafah Rasyidah yang mengikuti sunnah Nabi-Mu. Dengannya Engkau muliakan agama-Mu, dan Engkau hinakan kekufuran dan seluruh anteknya. Ya Allah, tolonglah kami; tolonglah saudara-saudara kami; tolonglah siapasaja yang menolong kami. Jadikanlah kami dan mereka sebagai para pejuang yang ikhlas untuk menegakkan syariah-Mu, dan Khilafah Rasyidah yang mengikuti sunnah Nabi-Mu. Dengan rahmat-Mu, duhai Dzat yang Maha Pengasih, duhai Sebaik-baik Penolong.

berkorban demi tegaknya syriah dan khilafah

Rabu, 21 Juli 2010

Foto Aksi Gema Pembebasan Tolak Janji Kosong Pesta Demokrasi

Sekitar 500 ratus mahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan longmarch dari Bundaran HI ke depan Istana Presiden, Ahad (5/4) pagi di Jakarta. Satu persatu orator dari perwakilan masaing-masing kampus maju berorasi meneriakkan aspirasinya seputar penolakan penerapan demokrasi dan tuntutan ditegakkannya syariah dan Khilafah. “Tuntutan kami bukan hanya sebatas pemilu dibatalkan tetapi menggulung demokrasi ini dan membuangnya ke laut!” ujar Sekjen PP Gema Pembebasan Erwin Permana dalam aksi yang bertajuk Tolak Janji Kosong Pesta Demokrasi itu.