Kamis, 19 Mei 2011
Setelah UN, Mau Ngapain?
Bro en Sis, semoga masa belajar yang kamu tempuh sejak SD hingga lulus SMA, berarti 12 tahun ya, cukup untuk menjadi bekal mengarungi kehidupan. Bagi kamu yang masih belum puas belajar, kuliah adalah pilihan tepat. Apalagi jika biayanya memang udah disiapin sama ortumu. Ambil kesempatan itu dan gunakan sebaik-baiknya. Tetapi bagi kamu yang kebetulan udah mentok, baik dari segi biaya maupun kemampuan akademik, jangan putus asa. Kesempatan kamu masih terbuka lebar untuk mengembangkan kemampuan.
Insya Allah bagi yang belajar di sekolah kejuruan nggak terlalu khawatir, karena bisa langsung bekerja di sektor industri sesuai keahlian yang dimiliki, tetapi bagi kamu yang lulusan SMA/MA agak sedikit berat. Meski tentu tetap harus semangat. Beratnya kenapa? Ya, karena dari segi keahlian tidak spesifik seperti kawan-kawan di sekolah kejuruan. Artinya, daya saing di sektor industri agak berat. Tetapi, tetap percaya diri saja. Insya Allah masih ada jalan untuk memperbaiki kualitas diri sehingga bisa tetap mendapat peluang untuk mengais rejeki, selama kamu terus mau belajar. Banyak kok, orang yang bisa survive meski tak memiliki selembar ijasah SMA karena SMP pun tak lulus. Bahkan keahliannya bisa diadu dengan mereka yang makan bangku kuliahan. Bener lho. Selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha. Insya Allah.
Ujian Nasional bagi siswa SMA dan SMK (termasuk MA) sudah berlalu pekan kemarin. Tinggal menunggu hasil. Semoga berhasil ya. Di awal Mei baru deh Ujian Nasional bagi kamu yang SMP, berikutnya lagi adalah SD. Bagi kamu yang masih SD atau SMP, pilihan tepat sebisa mungkin adalah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi bagi kamu yang udah SMA/SMK/MA, pilihannya jadi dua: melanjutkan pendidikan atau bekerja (tepatnya sih mencari nafkah). Sebab, mencari nafkah tidak harus dengan bekerja kepada orang lain, tetapi dengan berwirausaha pun insya Allah akan menghasilkan uang untuk nafkah pribadi dan untuk orang yang menjadi tanggungan kita, yakni orang tua. Setidaknya sebelum nikah.
Nah, gaulislam edisi ke-183 ini, insya Allah akan bahas sesuai judulnya: setelah UN, apa yang mau kita lakukan? Mau ngapain sih kita? Kalo nggak bisa kuliah, kita memilih bekerja/berusaha untuk dapetin rejeki. Kalo pun tetap mau kuliah tapi juga harus bekerja, maka bisa ditempuh dua-duanya. Bekerja untuk biayai kuliah. Nggak masalah. Selama kamu kuat melakukannya, bukan tak mungkin jika pada akhirnya kamu menuai kesuksesan. Insya Allah.
Jangan berhenti belajar
Bro en Sis, saya menuliskan subjudul ini maksudnya bahwa meski kamu udah lulus sekolah dan nggak ngelanjutin kuliah, tetapi belajar nggak boleh berhenti. Belajar apa saja yang sekiranya bisa membuat kamu jadi ahli. Bisa belajar dari orang lain, bisa membaca buku-buku mereka yang sudah sukses. Apa sajalah. Yang penting kamu bisa belajar dan mengasah terus kemampuanmu.
Jangan pernah bayangkan bahwa belajar itu sulit, belajar itu harus mahal, belajar itu harus serius. Nggak kok. Kita bisa belajar dengan mudah, murah, dan tentunya menghibur sehingga merasa enjoy dalam ngejalaninnya. Yup, intinya, sesuatu itu harus yang membuat kita merasa enjoy melaksanakannya. Sebab, kalo merasa beban karena bukan berangkat dari minat dan niat yang kuat, biasanya akan sedikit ada gangguan dalam proses belajar tersebut. Ujungnya bisa jadi malah nggak jalan.
Oya, yang perlu mendapat catatan khusus, bahwa kita rasa-rasanya tak mungkin belajar semua yang kita inginkan dari sekian disiplin ilmu dan keterampilan. Pilihlah satu bidang yang menjadi fokus belajar sesuai minat kita. Selebihnya boleh juga mengenal dan mengetahui bidang lain, meski nggak terlalu fokus. Intinya, sekadar tahu aja sebagai pelengkap potensi diri. Nggak mahir banget.
Ini bukan tanpa alasan. Sampai saat ini saya belum menemukan langsung ada orang yang serba bisa (mulitalent) dengan kemampuan yang sama bagusnya di tiap bidang yang dia bisa. Paling banter ada orang yang memiliki dua atau tiga keahlian dengan kualitas kemahiran yang sama bagusnya. Rata-rata sih dua keahlian yang dikuasai. Misalnya Buya Hamka, beliau ini handal dalam menulis maupun berbicara. Lidahnya setajam penanya. Begitu kira-kira gambarannya.
Kalo Bung Karno agak lain. Dia orator ulung. Cara berpidatonya hebat banget, meskipun tulisan-tulisannya kalo menurut saya sih biasa-biasa saja. Tapi tentu itu lebih baik daripada mereka yang menulis saja nggak bisa, berbicara juga berantakan. Maaf, barangkali hanya kentutnya saja yang lancar. Hehehe.. jangan ngambek ya kalo ada yang tersinggung dengan guyonan ini. Saya tidak bermaksud merendahkan tapi mencoba merenungkan saja. Barangkali memang ada hikmah yang bisa diambil untuk pembelajaran kita.
BTW, apa saja nih tips agar kita terus belajar tanpa henti meski usia terus bertambah bilangan angkanya. Ok. Ini ada beberapa tips yang bisa kamu coba:
Pertama, niatkan untuk ibadah. Ini penting banget. Sebab, insya Allah bakalan sia-sia setiap amalan yang TIDAK diniatkan untuk ibadah dan meraih ridho Allah. Harus diniatkan untuk ibadah dan ikhlas karena Allah ya.
Kedua, sabar dan telaten. Satu kebiasaan yang sering diamalkan oleh banyak orang adalah tergesa-gesa. Ingin cepat bisa, ingin segera terasa hasilnya. Padahal, faktanya tidaklah demikian. Butuh keuletan dan ketelitian. Keuletan dan ketelitian insya Allah bisa dijalani dengan enjoy apabila kita sabar. Cobalah terus belajar dengan sabar dan telaten, sebab benteng Mesir pun ditaklukkan tidak dengan sekali pertempuran.
Ketiga, serius. Perlu diperjelas bahwa serius bukanlah harus tegang dan kaku. Nggak kok. Maksudnya serius di sini adalah tak pernah mengabaikan setiap kesempatan untuk belajar. Belajar dan terus belajar. Tidak malas, pun tidak asal belajar.
Keempat, jangan menyerah. Harus kuat mental. Pembelajar yang handal pasti tak pernah menyerah meski sesulit apapun dalam proses belajar yang dijalaninya. Insya Allah.
Kelima, fokus. Ini sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal. Pilih satu keahlian yang diminati dan dinikmati dengan baik dan belajarlah untuk mengembangkannya.
Keenam, kreatif. Cobalah hal baru dalam belajar, jangan yang itu-itu saja. Jika perlu mencari bahan tambahan informasi dalam belajar melalui internet, belajarlah internet terlebih dahulu kalo belum bisa. Jika membutuhkan sarana multimedia untuk melejitkan potensi diri, tempuhlah dengan senang hati dan cari sumber-sumbernya. Kreativitas akan memberikan kekayaan nilai dalam belajar dan memaksimalkan pengembangan hasil belajarnya. Insya Allah.
Ketujuh, jangan cepat puas. Jangan berhenti di satu level terlalu lama. Boleh saja nikmati satu fase dari usaha kita, tapi jangan cepat puas. Sebaliknya, tingkatkan lagi level kemampuan kita untuk lebih mumpuni dan lebih baik lagi. Penyakit cepat puas adalah ‘pembunuh’ efektif dalam proses pembelajaran. Teruslah belajar. Jangan pernah berhenti.
Pikirkan masa depan akhirat (juga)
Sobat, kadang kita lupa. Kayaknya merasa bahwa hidup di dunia akan selamanya. Itu sebabnya, banyak orang seringkali lebih mementingkan mengejar dunia sampai lupa bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Dunia boleh dikejar, diraih, dinikmati. Tetapi jangan lupakan kehidupan akhirat yang sudah pasti kekal abadi.
Dalam firmanNya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi (QS al-Qashash [28]: 77)
Dalam ayat ini Allah Ta’ala menekankan untuk meraih kehidupan akhirat, tetapi jangan lupakan dunia. Kalo kita, ternyata malah memilih kebalikannya. Kejar terus dunia, tetapi untuk kehidupan akhirat malah seperlunya aja. Shalat hanya dilakukan ketika sedang dirundung masalah. Rajin baca al-Quran ketika takut gangguan jin. Dengan kata lain, bekal untuk mengarungi kehidupan akhirat yang kekal abadi malah minim atau bahkan nggak diperhitungkan sama sekali. Aduh, jangan sampe deh.
Bro en Sis, Ujian Nasional bukan akhir dalam proses belajar kita. Itu baru satu etape kehidupan saja. Masih banyak etape lain yang akan dilalui dan tentu saja memerlukan pengetahuan yang benar dan baik agar bisa mengatasi kendala yang ada.
Meski dunia terus kita kejar, tetapi luangkan waktu lebih banyak untuk bekal di kehidupan akhirat. Apa itu bekalnya? Amal shalih dan terus memohon rahmat dan ampunan dari Allah Swt. agar kelak di akhirat kita dimasukkan ke surgaNya. Insya Allah.
Nah, karena kehidupan akhirat lebih kita perlukan, maka kita harus terus belajar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal shalih kita. So, jangan bangga dulu kalo di KTP atau kartu pelajar tercantum Islam di kolom agama, jika praktiknya dalam kehidupan sehari-hari kita tak pernah beramal shalih, bahkan keimanan kita sudah ternodai dengan kekufuran, tauhid kita diselipi syirik. Jangan sampe deh!
Yuk mari, kita belajar Islam tak pernah henti. Ujian Nasional boleh berlalu, tetapi belajar untuk bekal akhirat kita wajib terus kita lakukan untuk meraih predikat mukmin sejati. Sip deh! [solihin: osolihin@gaulislam.com]
Senin, 09 Mei 2011
PKS: "Tak ada Negara Islam..., Itu ide kampungan sekali"
JAKARTA- Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto menyebut terbentuknya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki hubungan historis dengan kelompok Darul Islam, cikal bakal NII.
Menanggapi testimoni Imam, PKS berharap keberadaan Ayah Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Danu Muhammad Hasan, sebagai mantan panglima miilter Darul Islam wilayah Cirebon Jawa Barat tidak langsung dikaitkan dengan PKS.
"Danu Muhammad itu memang bapaknya Pak Hilmi, tapi tak ada masalah dengan itu. Jangan membuat pelabelan-lah," kata Ketua DPP PKS Fahri Hamzah saat dihubungi wartawan, Kamis (5/5/2011).
PKS, sambung Fahri, konsisten dengan asas tunggal Pancasila. PKS mempertahankan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mengakomodir kebhinekaan agama, suku, dan ras. "Siapa pun konsep negara agama tak ada, PKS juga sudah menegaskan itu. Tak ada negara Islam, Kristen, atau Hindu. Itu ide kampungan sekali," tegas Fahri.
Dalam diskusi di ruang wartawan DPR, Imam menyebut Hilmi bersentuhan dengan kegiatan Ikhwanul Muslimin kala menempuh jalur pendidikan di Universitas Al Azhar di Mesir.
Semangat gerakan ini kemudian dibawa Hilmi ke Indonesia. Pola perekrutan untuk melebarkan sayap Ikhwanul dilakukan tertutup dengan menyasar pelajar dan mahasiswa. "Ikhwanul bergerak di parpol dan parlemen supaya ideologi Islam bisa terwujud dalam satu negara," katanya.
Momentum inilah yang dimanfaatkan untuk membentuk Partai Keadilan yang dalam perkembangannya menjadi PKS. "Gerakan underground masih berjalan hingga sekarang. Ini bisa dikonfirmasi dengan orang-orang yang masih menjabat dan sudah mantan. Tetapi hubungan PKS dengan NII hanya biologis dan historis," tandas Imam.
Suara Anak Negeri
kata yang terucap, disetiap nafas yang ku hela, di setiap obyek yang aku pandang, setiap jalan yang ku tapaki,semua terasa sesak….suram….terjal…..
Aku hanya seorang diri disebuah negeri yang penuh dengan sandiwara kata….
Aku hanya seorang diri dalam riuhnya pesta kekuasaan….
Aku hanya seorang diri dalam gelap hilangnya keadilan…. Disetiap
Aku hanya seorang diri dalam diam ku, dalam muak ku, dalam marah ku,dan dalam linagan air mata ku……
Haruskan aku seperti ini selamanya??selama hidupku???dan selama mereka buta tenggelam dalam dunia yang fana???
Aku disini hanya ingin mendapatkan Ridho Tuhan ku…..
Aku disini hanya ingin menerapkan apa yang seharusnya di terapkan di muka bumi ini…
Aku disini hanya ingin mendapat kemulyaan dari Tuhan ku…
Sungguh Hanya Tuhan kulah yang ku tuju……
Tapi kenapa????kenapa semuanya seperti ini???
Aku ternodai oleh aturan dinegeri ini…
Aku dihinakan dengan undang-undang sandiwara kata….
Aku di hianati oleh Amir ku……
Sampai kapan ini?????
Sampai kapan akan berakhir???
Aku milik Tuhan ku…tapi kenapa aku tak bisa menerapkan semua aturannya dalm diri ku juga orang-orang di seluruh pelosok dunia, tidak ada yang bisa menjaga Aqidah umat ini…
Tak ada yang memberikan jaminan kemulyaan di dunia hingga menuju ke akhirat…..
Inikah hidup????inikah sebenarnya hidup???Amir ku……
Mampukah kau mendengar rintihan hati ini????
Mampukah kau menyadari semua ini????
Mampukah kau……..
Kamis, 05 Mei 2011
Indonesia siaga satu
Maraknya teror bom yang ada di Indonesia membuat polisi terlebih tim gegana bekerja keras untuk mengusut tuntas kasus ini, mulai dari bom buku yang terjadi akhir maret lalu yang ditujukan pada pimpinan jaringan islam liberal(JIL),atas nama Ulil abshor,ketua pemuda Pancasila,ahmad dhani dan gores mere,sampai penjinakan rangakaian bom yang ada disekitar Gereja Christ Chatedral Serpong. Benang merah antara kejadian satu dengan kejadian lain terus di usut, Semua itu dilakukan semata-mata untuk menciptakan rasa aman dinegeri ini,hingga saat ini pemerintah menetapkan bahwa Indonesia berada pada posisi siaga satu, status ini akan berlanjut hingga minggu 24 april 2011.
Namun,sungguh disayangkan ketika Islam serasa dipojokkan dengan adanya teror bom ini,terlebih mereka yang berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah,memang benar itu adalah impian umat islam karena umat rindu dengan hukum-hukum yang bersal dari Allah,tetapi bukan seperti ini islam mengajarkan kepada umat dalam upaya menegakkan syariah dan khilafah di bumi ini. Metodologi yang digunakan adalah metodologi yang digunakan oleh Nabi Muhammad saw untuk mendirikan Negara Islam pertama di Madinah. Nabi Muhammad saw membatasi aktivitas penegakan Negara Islam pada ranah intelektual dan politik. Beliau saw mendirikan negara Islam tanpa menempuh jalan kekerasan. Beliau saw berjuang memobilisasi opini publik agar mendukung Islam dan berupaya mempengaruhi kelompok elit intelektual dan politik pada masanya. Meskipun mengalami beragam penyiksaan dan pemboikotan, Nabi Muhammad saw dan golongan Muslim perdana tidak pernah mengambil jalan kekerasan. Untuk itu umat islam yang berjuang menegakkan syariah dan khilafah mengadopsi perjuangan intelektual dan politik ini karena kami yakin ini merupakan jalan yang benar dan efektif untuk menegakkan kembali Khilafah Islam. Karena itu,secara proaktif menyebarkan pemikiran-pemikiran Islam, baik yang bersifat intelektual maupun politik, secara luas di masyarakat-masyarakat Muslim sembari menantang status quo yang ada,menyuarakan Islam sebagai jalan hidup yang komprehensif yang mampu menangani seluruh urusan bermasyarakat dan bernegara. kami juga mengemukakan pandangan-pandangannya terhadap peristiwa-peristiwa politik dan menganalisisnya dari perspektif Islam. Adapun menyebarkan pemikiran-pemikirannya melalui diskusi dengan masyarakat, lingkar studi, ceramah, seminar, pendistribusian leaflet, penerbitan buku dan majalah dan via Internet. Semua itu dirasa sangat efektif untuk saat ini,oleh karena itu dengan tegas,Islam bukanlah agama keras seperti yang tercemin sekarang.
Oleh sebab itu,asumsi bahwa islam adalah teroris haruslah dibuang jauh-jauh dari benak masyarakat karena itu sangat menyakitkan bagi umat islam yang bersungguh-sungguh menegakkan syariah dan khilafah dengan metode yang sesuai dengan manhaj kenabian.
mohon saran dan kritiknya.
_hoshi-
