Senin, 09 Mei 2011

PKS: "Tak ada Negara Islam..., Itu ide kampungan sekali"

Posted by تان سليمانAnti Islam, nasional, Partai, Partai Keadilan Sejahtera 7:50 PM

JAKARTA- Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto menyebut terbentuknya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki hubungan historis dengan kelompok Darul Islam, cikal bakal NII.

Menanggapi testimoni Imam, PKS berharap keberadaan Ayah Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, Danu Muhammad Hasan, sebagai mantan panglima miilter Darul Islam wilayah Cirebon Jawa Barat tidak langsung dikaitkan dengan PKS.

"Danu Muhammad itu memang bapaknya Pak Hilmi, tapi tak ada masalah dengan itu. Jangan membuat pelabelan-lah," kata Ketua DPP PKS Fahri Hamzah saat dihubungi wartawan, Kamis (5/5/2011).

PKS, sambung Fahri, konsisten dengan asas tunggal Pancasila. PKS mempertahankan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mengakomodir kebhinekaan agama, suku, dan ras. "Siapa pun konsep negara agama tak ada, PKS juga sudah menegaskan itu. Tak ada negara Islam, Kristen, atau Hindu. Itu ide kampungan sekali," tegas Fahri.

Dalam diskusi di ruang wartawan DPR, Imam menyebut Hilmi bersentuhan dengan kegiatan Ikhwanul Muslimin kala menempuh jalur pendidikan di Universitas Al Azhar di Mesir.

Semangat gerakan ini kemudian dibawa Hilmi ke Indonesia. Pola perekrutan untuk melebarkan sayap Ikhwanul dilakukan tertutup dengan menyasar pelajar dan mahasiswa. "Ikhwanul bergerak di parpol dan parlemen supaya ideologi Islam bisa terwujud dalam satu negara," katanya.

Momentum inilah yang dimanfaatkan untuk membentuk Partai Keadilan yang dalam perkembangannya menjadi PKS. "Gerakan underground masih berjalan hingga sekarang. Ini bisa dikonfirmasi dengan orang-orang yang masih menjabat dan sudah mantan. Tetapi hubungan PKS dengan NII hanya biologis dan historis," tandas Imam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar