Kamis, 05 Mei 2011

Indonesia siaga satu

Maraknya teror bom yang ada di Indonesia membuat polisi terlebih tim gegana bekerja keras untuk mengusut tuntas kasus ini, mulai dari bom buku yang terjadi akhir maret lalu yang ditujukan pada pimpinan jaringan islam liberal(JIL),atas nama Ulil abshor,ketua pemuda Pancasila,ahmad dhani dan gores mere,sampai penjinakan rangakaian bom yang ada disekitar Gereja Christ Chatedral Serpong. Benang merah antara kejadian satu dengan kejadian lain terus di usut, Semua itu dilakukan semata-mata untuk menciptakan rasa aman dinegeri ini,hingga saat ini pemerintah menetapkan bahwa Indonesia berada pada posisi siaga satu, status ini akan berlanjut hingga minggu 24 april 2011.

Namun,sungguh disayangkan ketika Islam serasa dipojokkan dengan adanya teror bom ini,terlebih mereka yang berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah,memang benar itu adalah impian umat islam karena umat rindu dengan hukum-hukum yang bersal dari Allah,tetapi bukan seperti ini islam mengajarkan kepada umat dalam upaya menegakkan syariah dan khilafah di bumi ini. Metodologi yang digunakan adalah metodologi yang digunakan oleh Nabi Muhammad saw untuk mendirikan Negara Islam pertama di Madinah. Nabi Muhammad saw membatasi aktivitas penegakan Negara Islam pada ranah intelektual dan politik. Beliau saw mendirikan negara Islam tanpa menempuh jalan kekerasan. Beliau saw berjuang memobilisasi opini publik agar mendukung Islam dan berupaya mempengaruhi kelompok elit intelektual dan politik pada masanya. Meskipun mengalami beragam penyiksaan dan pemboikotan, Nabi Muhammad saw dan golongan Muslim perdana tidak pernah mengambil jalan kekerasan. Untuk itu umat islam yang berjuang menegakkan syariah dan khilafah mengadopsi perjuangan intelektual dan politik ini karena kami yakin ini merupakan jalan yang benar dan efektif untuk menegakkan kembali Khilafah Islam. Karena itu,secara proaktif menyebarkan pemikiran-pemikiran Islam, baik yang bersifat intelektual maupun politik, secara luas di masyarakat-masyarakat Muslim sembari menantang status quo yang ada,menyuarakan Islam sebagai jalan hidup yang komprehensif yang mampu menangani seluruh urusan bermasyarakat dan bernegara. kami juga mengemukakan pandangan-pandangannya terhadap peristiwa-peristiwa politik dan menganalisisnya dari perspektif Islam. Adapun menyebarkan pemikiran-pemikirannya melalui diskusi dengan masyarakat, lingkar studi, ceramah, seminar, pendistribusian leaflet, penerbitan buku dan majalah dan via Internet. Semua itu dirasa sangat efektif untuk saat ini,oleh karena itu dengan tegas,Islam bukanlah agama keras seperti yang tercemin sekarang.

Oleh sebab itu,asumsi bahwa islam adalah teroris haruslah dibuang jauh-jauh dari benak masyarakat karena itu sangat menyakitkan bagi umat islam yang bersungguh-sungguh menegakkan syariah dan khilafah dengan metode yang sesuai dengan manhaj kenabian.

mohon saran dan kritiknya.

_hoshi-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar